Akhir-akhir saya sedang suka
memanfaatkan promo diskon tiket nonton. Biasanya saya ke bioskop bersama my
best friend. Berdua gitu. Hehe... Belum lama ini saya juga ke
bioskop. Merasakan pengalaman baru di Cinemaxx Gold sembari nonton film xXx:
Return of Xander Cage. Kalau bukan karena diskon, entah kapan bisa masuk ke
sana.
Sesuai judulnya, tokoh utama di
seri ketiga xXx adalah Xander Cage (Vin Diesel). Film ini dirilis pada
tanggal 20 Januari 2017 di negara asalnya, Amerika Serikat. Kalau di Indonesia
sendiri, film ini sudah bisa dinikmati sejak 18 Januari 2017. Saya sendiri
menontonnya di hari pertama rilis. Ada beberapa pemain baru yang juga ikut
terlibat di sana. Maksud saya, bukan artis baru melainkan aktor dan aktris yang
memainkan tokoh baru di film tersebut, di antaranya: Donnie Yen, Deepika
Padukone, Kris Wu, Ruby Rose, dan lain-lain.
Film ini melanjutkan kisah dua
seri film sebelumnya. Seingat saya di awal xXx 2, Xander Cage diceritakan sudah
meninggal. Tapi di seri ketiga ini, Xander Cage kembali yang artinya ia tidak
mati. Kematiannya hanya sebagai trik agar ia lepas dari beban sebagai agen xXx.
Namun, ia terpaksa harus kembali karena kematian August Gibbons. Sebuah misi
diberikan. Ia merekrut tiga orang lain untuk bergabung dengan tim barunya.
Saya tidak ingat adegan yang
berkesan dari film ini. Maklum, saya baru menontonnya sekali. Tapi yang saya
ingat, banyak sekali adengan action-nya. Yah, ini memang genre
film ini, sih. Saya tidak akan protes karena saya sendiri juga suka genre
action. Akting para pemainnya juga tidak perlu ditanyakan lagi karena jelas
pemilihan pemain sudah dilakukan dengan teliti. Saya suka dengan adegan
pembukanya. Berhasil mengundang gelak tawa.
Tapi, tetap ada beberapa hal yang
kurang saya suka. Pertama, konflik. Kalau dipikir-pikir konflik dalam film ini
cukup sederhana: mencari sebuah benda yang berada di tangan orang jahat. Dari
awal penonton sudah diperlihatkan bahwa lawan tim Xander Cage adalah tim Xiang
yang juga adalah xXx. Ternyata yang dibawa Xiang palsu. Kemudian dua tim
tersebut bersama-sama mencari the real person yang membawa benda
tersebut. Awalnya mereka tidak sejalan, namun lama-kelamaan mereka bersatu
untuk menghadapi pihak lawan yang coba menyerang mereka.
Kedua, tokoh. Saya rasa tokoh baru
di film ini terlalu banyak. Tim Xander: 5 orang dan tim Xiang: 4 orang, dan
hampir semuanya tokoh baru di sana, kecuali Xander Cage. Karena terlalu banyak
inilah yang membuat kemampuan masing-masing tokohnya tidak bisa dipertontonkan
secara maksimal. Pertanyaan saya: apa mungkin untuk seri film berikutnya
tokoh-tokoh baru tersebut muncul lagi dan memiliki peran penting? Pasti ada
alasan kenapa mereka diperkenalkan di satu film secara bersamaan.
Di samping konfliknya yang cukup
sederhana, adegan aksi dalam film ini sangat banyak. Bahkan pada pembuka pun kita
sudah disuguhi adegan aksi menegangkan sang tokoh utama. Menarik memang. Namun,
tetap saja kurang memuaskan saya. Mungkin kalau tokoh barunya dibuat lebih
sedikit tapi dengan peran yang dimaksimalkan, sedikit bisa menambah rasa puas
saya.
Secara keseluruhan, saya memberi
nilai 7,5/10. Film ini bagus. Tapi bila
dibandingkan dengan dua seri film pendahulunya, kualitas xXx: Return of Xander
Cage berada sedikit di bawah dua film tersebut. Padahal, pasti banyak penonton
punya high expectation pada film ini mengingat seri keduanya yang rilis
lebih dari 10 tahun yang lalu. Meski begitu, film ini tetap layak untuk ditonton,
kok. Adegan aksinya cukup memuaskan para pecinta film. Happy watching ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar