Jumat, 27 Januari 2017

xXx: Return of Xander Cage (2017)



Akhir-akhir saya sedang suka memanfaatkan promo diskon tiket nonton. Biasanya saya ke bioskop bersama my best friend. Berdua gitu. Hehe... Belum lama ini saya juga ke bioskop. Merasakan pengalaman baru di Cinemaxx Gold sembari nonton film xXx: Return of Xander Cage. Kalau bukan karena diskon, entah kapan bisa masuk ke sana.

Sesuai judulnya, tokoh utama di seri ketiga xXx adalah Xander Cage (Vin Diesel). Film ini dirilis pada tanggal 20 Januari 2017 di negara asalnya, Amerika Serikat. Kalau di Indonesia sendiri, film ini sudah bisa dinikmati sejak 18 Januari 2017. Saya sendiri menontonnya di hari pertama rilis. Ada beberapa pemain baru yang juga ikut terlibat di sana. Maksud saya, bukan artis baru melainkan aktor dan aktris yang memainkan tokoh baru di film tersebut, di antaranya: Donnie Yen, Deepika Padukone, Kris Wu, Ruby Rose, dan lain-lain.

Film ini melanjutkan kisah dua seri film sebelumnya. Seingat saya di awal xXx 2, Xander Cage diceritakan sudah meninggal. Tapi di seri ketiga ini, Xander Cage kembali yang artinya ia tidak mati. Kematiannya hanya sebagai trik agar ia lepas dari beban sebagai agen xXx. Namun, ia terpaksa harus kembali karena kematian August Gibbons. Sebuah misi diberikan. Ia merekrut tiga orang lain untuk bergabung dengan tim barunya.

Saya tidak ingat adegan yang berkesan dari film ini. Maklum, saya baru menontonnya sekali. Tapi yang saya ingat, banyak sekali adengan action-nya. Yah, ini memang genre film ini, sih. Saya tidak akan protes karena saya sendiri juga suka genre action. Akting para pemainnya juga tidak perlu ditanyakan lagi karena jelas pemilihan pemain sudah dilakukan dengan teliti. Saya suka dengan adegan pembukanya. Berhasil mengundang gelak tawa.

Tapi, tetap ada beberapa hal yang kurang saya suka. Pertama, konflik. Kalau dipikir-pikir konflik dalam film ini cukup sederhana: mencari sebuah benda yang berada di tangan orang jahat. Dari awal penonton sudah diperlihatkan bahwa lawan tim Xander Cage adalah tim Xiang yang juga adalah xXx. Ternyata yang dibawa Xiang palsu. Kemudian dua tim tersebut bersama-sama mencari the real person yang membawa benda tersebut. Awalnya mereka tidak sejalan, namun lama-kelamaan mereka bersatu untuk menghadapi pihak lawan yang coba menyerang mereka.

Kedua, tokoh. Saya rasa tokoh baru di film ini terlalu banyak. Tim Xander: 5 orang dan tim Xiang: 4 orang, dan hampir semuanya tokoh baru di sana, kecuali Xander Cage. Karena terlalu banyak inilah yang membuat kemampuan masing-masing tokohnya tidak bisa dipertontonkan secara maksimal. Pertanyaan saya: apa mungkin untuk seri film berikutnya tokoh-tokoh baru tersebut muncul lagi dan memiliki peran penting? Pasti ada alasan kenapa mereka diperkenalkan di satu film secara bersamaan.

Di samping konfliknya yang cukup sederhana, adegan aksi dalam film ini sangat banyak. Bahkan pada pembuka pun kita sudah disuguhi adegan aksi menegangkan sang tokoh utama. Menarik memang. Namun, tetap saja kurang memuaskan saya. Mungkin kalau tokoh barunya dibuat lebih sedikit tapi dengan peran yang dimaksimalkan, sedikit bisa menambah rasa puas saya.

Secara keseluruhan, saya memberi nilai  7,5/10. Film ini bagus. Tapi bila dibandingkan dengan dua seri film pendahulunya, kualitas xXx: Return of Xander Cage berada sedikit di bawah dua film tersebut. Padahal, pasti banyak penonton punya high expectation pada film ini mengingat seri keduanya yang rilis lebih dari 10 tahun yang lalu. Meski begitu, film ini tetap layak untuk ditonton, kok. Adegan aksinya cukup memuaskan para pecinta film. Happy watching ~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar