~ “Jika kamu mencintai seseorang, maka kamu harus mengatakannya begitu moment itu datang. Karena kalau tidak, maka moment itu akan pergi begitu aja dan gak akan pernah datang lagi. Lalu, kamu akan menyesal.” ~
Ini film udah lama sekali. Masa-masa sekolah dulu. Kebetulan waktu saya menontonnya, saat itu saya juga sedang mengalami yang namanya cinta pertama. Jadi, saya ngerasa pas banget sama yang saya alami. Cuma, ya, waktu itu belum ada ending antara saya dan dirinya. Kalau sekarang, sih, udah lost contact. Nggak tahu ada di mana dan apa kabarnya dia sekarang. Hehe... curhat, nih, jadinya. Maaf.
Film bergenre drama romantis ini pertama kali dirilis tahun 2006. Disutradarai oleh Nayato Fio Nuola yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya dalam industri perfilman Indonesia. Walaupun beliau lebih banyak menyutradarai film bertemakan horor, namun tak ada salahnya menonton karyanya yang berbeda dari yang lain. Hasilnya pun pantaslah mendapat acungan jempol.
Film ini dibuka dengan acara pertunangan Alia (Bunga Citra Lestari) dan Abi (Richard Kevin). Tidak seperti pasangan lain, Alia tak merasa bahagia dengan pertunangannya itu. Tapi, tak ada yang tahu. Dia menyimpannya sendiri dan hanya menuliskannya dalam buku hariannya. Sampai suatu hari, Abi menemukan Alia yang tak kunjung bangun dari tidurnya. Pembuluh darah di otaknya pecah dan hal itu membuat Alia koma. Dalam kesedihan yang dirasakan Abi, dia mendatangi kamar Alia. Mungkin di sana dia menemukan buku harian Alia. Dan dia pun mulai membaca lembar demi lembar halaman buku harian tersebut. Lembaran masa lalu Alia pun terungkap. Satu-persatu cerita indah masa remajanya terkuak. Ketika Alia merasakan cinta pertama. Kisah cintanya dengan Sunny (Ben Joshua).
Inti cerita film ini sangat sederhana dan mungkin pernah terjadi dalam kehidupan pembaca tulisan ini, yakni tentang cinta pertama yang tak terungkap. Jujur, sih, cinta pertama saya juga begitu. Tak terungkap. Sedikit menyesal, sebenernya, karena nggak bisa mengatakannya. Yah, meski penyesalannya nggak sebesar penyesalan Alia dalam film ini. Hehe...
Adegan yang paling berkesan dalam film ini adalah saat si Alia jadi pengagum Sunny, suka curi-curi pandang pada Sunny, selalu support Sunny, dan usahanya untuk bicara dan dekat dengan Sunny. Benar-benar khas remaja. Saya jadi senyum-senyum sendiri saat menonton bagian ini. Teringat masa lalu. Saya, kan, dulu seperti Alia yang tiba-tiba hilang gengsi buat pedekate sama si doi.
Adegan terakhir adalah saat Sunny mengucapkan kalimat perpisahannya pada Alia yang masih koma. Sunny juga mengatakan bahwa dia juga mencintai Alia. Sebelum pergi, Sunny mencium Alia lalu berkata, “Gue pergi ya...” Seolah merepresentasikan perpisahan keduanya di masa lalu, adegan kembali saat mobil yang Sunny tumpangi melaju meninggalkan sekolah. Ini nih, yang paling bagus. Kalau dulu Sunny tak sempat pamit pada Alia, sekarang dia bisa berpamitan padanya. Kesedihan Alia yang koma pun digantikan dengan tangisan Alia kala mereka berpisah di masa lalu. Dan seperti tak mau kehilangan Sunny, Alia memegang tangan Sunny—mencegahnya untuk tak pergi—walau hanya sebentar.
Film ini bagus. Walapun saya kurang suka dengan suasana suram yang ditampilkan hampir di sepanjang filmnya. Tapi, saya suka backsound-nya. Bagus. Apalagi soundtrack lagu-lagunya yang dinyanyikan Bunga. Bagus-bagus. Kata-katanya juga. ‘Mengena’ walaupun tak sedalam puisi. Film ini juga mengajarkan saya sesuatu. Sesuai tagline filmnya, every diary has a secret. Tentu, ada alasan mengapa seseorang lebih memilih menuliskan rahasianya di buku harian dibandingkan menceritakannya pada orang lain. Dan, membaca buku harian orang lain tanpa ijin... seperti menggali rahasia seseorang yang tak ingin diketahui. Satu lagi. Yang paling penting ini. Kalau kamu mencintai seseorang, katakan saja. Daripada hanya memendamnya dan berujung pada penyesalan, seperti yang terjadi pada Alia.
Saya memberikan nilai 9/10 untuk Cinta Pertama. Film ini recommended-lah buat ditonton. Akting pemainnya bagus dan berhasil menghidupkan perannya masing-masing. Tapi, bagi yang suka menghayati waktu menonton film, sediakan tissue ya. Siapa tahu berguna. ^__^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar